Full Style

y

Sidebar Style

Articles by "Akhbar Umat"

Ads Below Title

Ads Inside Post

Ads End Post

Tampilkan postingan dengan label Akhbar Umat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhbar Umat. Tampilkan semua postingan

Zakir Naik Naik Darah


Beberapa pihak yang bertanya dalam acara Zakir Naik di Indonesia mengaku bahwa mereka datang dari keluarga Muslim dan sekarang menjadi atheis. Melihat kenyataan ini Zakir Naik akhirnya tidak mampu lagi menahan amarahnya dan 'memuntahkannya' pada sesi ceramah di Makassar ketika menjawab pertanyaan dari seorang atheis yang mendewa-dewakan ilmu politik melebihi ajaran Islam, sekalipun berasal dari keluarga Muslim.

Zakir Naik menjadi naik darah..

Tenyata banyak keluarga Indonesia yang tidak peduli dalam menjaga keimanan keluarga mereka berdasarkan sikap yang selama ini sering dibangga-banggakan beberapa orang sebagai simbol kemajuan berpikir : bertoleransi. Zakir Naik tidak habis pikir, ketika orangtua melihat anaknya terlibat narkoba mereka mampu untuk bersikap khawatir dan berusaha menyelamatkan anak-anak mereka, disaat anaknya mau terjun dari bangunan tinggi karena ingin meniru Superman, mereka panik dan pasti akan mencegahnya. Namun ketika si anak terpengaruh dengan ajaran kekafiran dan atheisme, mereka sanggup untuk membiarkannya atas nama toleransi dan kebebasan berkeyakinan, padahal kerusakan yang ditimbulkan dari murtadnya seorang anak manusia jauh lebih berat dibandingkan dari kerusakan karena narkoba.

Ini mungkin merupakan kesalahan mendasar dalam keluarga kita, saat ini seorang anak bisa lebih fasih berbicara  tentang humanisme, demokrasi, toleransi, kesetaraan gender dan hak azazi manusia dibandingkan soal keimanan kepada Allah, karena mereka sejak kecil memang dicekoki keinginan duniawi dan dibekali kemampuan hidup seirama dengan perkembangan peradaban yang mungkin sudah salah arah. Tidak aneh kalau seorang ayah sering mengatakan harapannya agar si anak sukses jadi orang berpangkat, punya duit banyak, dihormati masyarakat, namun pembicaraan dimeja makan jauh dari soal menghadirkan Allah ditengah-tengah mereka. Padahal berpedoman dari perjalanan sejarah Rasulullah, justru dimasa awal kenabian beliau di Makkah, aspek keimanan inilah yang ditanamkan terlebih dahulu sebelum berbicara soal politik, sosial dan ekonomi.

Menanamkan kehadiran Allah tidak harus memaksa si anak belajar mengaji, menguasai Al-Qur'an dan bahasa Arab, hapal ayat-ayat, dll, Tentu saja ini penting, tapi ketika misalnya orangtua berbincang-bincang santai, mereka selalu mengkaitkan setiap kejadian yang diterima keluarga, baik berupa anugerah maupun musibah, merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari kekuasaan Allah beserta segala sifat-Nya. Disaat menyuap nasi dan menerima gaji, sekali-sekali seharusnya ayah berkata :"Ini rejeki dari Allah, tanpa kemurahan-Nya kita tidak bisa makan sekalipun berusaha sehebat apapun..", atau sebaliknya ketika menghadapi musibah orangtua mengingatkan anaknya ;"Allah pasti punya maksud baik mengapa Dia mendatangkan musibah ini buat kita, sesungguhnya Allah tidak akan menganiaya hamba-Nya yang beriman..". Untuk semua ini, tidak diperlukan kemampuan tinggi dari orangtua dalam ilmu agama, harus masuk pesantren, belajar nahwu syarof, menguasai kitab kuning, dll.

Saya sendiri berpikir, apakah selama ini saya sudah mendidik anak-anak untuk selalu ingat dan menghadirkan Allah dalam setiap langkah mereka dan hanya bisa mendoakan semoga mereka selamat dalam menjalani kehidupan, karena mereka sudah besar dan akan memilih sendiri kehidupan model apa yang akan dijalani. Juga sekaligus mengingatkan kepada sahabat-sahabat yang sudah terperangkap dalam sikap bertoleransi dan lebih memasukkan tujuan-tujuan duniawi kepada anak-anak :"Apakah anda tidak bisa melihat bahaya besar yang akan terjadi terhadap anak keturunan..?".

Percayalah, ini bukan persoalan sepele.. (Arda Chandra)

Beda Wanita Muda Dengan Wanita Tua


Sang ibu yang sudah bertubuh agak gemuk, dengan langkah tertatih-tatih dibantu berjalan oleh kedua anaknya, yang satu gadis manis berwajah lembut, dan yang satu lagi seorang pria berusia sekitar 25 tahun.

Dalam hati, Anis membatin, “ibu yang berbahagia, memiliki anak-anak yang mencintai dirinya.” Dan Anis menoleh sekali lagi kedalam lift, dan subhanallah, ibu tersebut mengenakan cadar, sementara anak gadisnya dengan wajah yang sangat menawan, alis mata yang disapu tajam naik keatas, dan bulu mata yang lentik menawan memandang kearah luar dengan wajah yang bila di foto, maka nilainya delapan, masya Allah.

Kok aneh ya, ibu yang sudah tua malah pakai cadar, dan yang anak gadis muda malah buka cadar. Bukan hanya buka cadar, baju yang digunakannyapun walau tidak terbuka seperti yang selama ini banyak dilihat Anis di mal-mal dan pusat pertokoan, namun menggambarkan keindahan dan kemudaan sang gadis. Anis berjalan dan tidak memikirkannya lagi.

Sampai suatu hari, Anis mengikuti pengajian yang diselenggarakan di sebuah masjid daerah Pondok Gede, betapa banyak sekali wanita yang mengikuti pengajian ditempat ini. Dan diantara ibu-ibu yang rutin mengikuti pengajian, Anis mengenali seorang ibu yang rajin dan sibuk menjadi ketua panitia pengajian dan sang ibupun, sangat aktif mengajak ibu-ibu yang lain untuk segera berwudhu dan merapatkan shaf; “agar setan tidak ikut sholat ibu-ibu, mari rapatkan shaf-nya, ujung kaki bertemu ujung kaki, bahu bersentuhan dengan bahu, ayo jangan malas, ibu-ibu yang dicintai Allah, ikuti sunnah Rasul.”

Demikian ibu yang Anis kenali sebagai ketua pengajian di masjid itu sangat menggebu dalam memotivasi para ibu untuk melakukan sholat dan beribadah dengan cara yang mengikuti sunnah Rasul. Hatipun menjadi senang, dan Anis merasa ingin lebih lama lagi ada dalam lingkungan yang islami ini, subhanallah.

Pagi yang cerah, Anis ingat ingin membeli kancing baju ditanah abang, setelah semua pekerjaan rumah selesai, dan setelah menitipkan anak-anak pada adik iparnya yang kebetulan main kerumah, Anis melenggang pergi ke tanah abang. Waktu pulang pergi dan belanja hanya satu setengah jam, karena adik ipar Anis ingin berangkat sekolah, jadi Anis hanya membeli apa yang diperlukan dengan secepat kilat, dan upps… hampir saja Anis terjatuh, kalau tidak ditolong seorang anak remaja lelaki dengan memakai celana pendek dan baju kaus hitam yang dengan sigap membantu Anis memunguti semua barang belanjaan Anis.

Dengan tergopoh ucapkan terimakasih maka Anis mencoba untuk bangkit, namun sungguh kakinya jadi sakit, Karena tak sengaja jatuhnya membuat Anis mengalami keseleo yang cukup lumayan, dan masya Allah. Pertolongan dari seorang ibu yang kemudian Anis kenali sebagai ibu ketua pengajian di masjid daerah Pondok Gede itu, membuat Anis mendoakan sang ibu berkali-kali, dan mengucapkan terimakasih, karena ternyata sang ibu, juga punya toko busana muslim di tanah abang, dan Anis dipersilakan untuk duduk sebentar dalam toko ibu tersebut.

Tak lama Anis merasa nyaman, dan Anis pun bangun, dan betapa terkejutnya Anis melihat dua orang gadis yang cantik dan muda usianya membantu di toko tersebut yang kemudian diperkenalkan oleh sang ibu sebagai anak remajanya, dan sang gadis mengenakan busana sangat ketat dan terbuka, kontras sekali dengan penampilan ibunya yang mengenakan busana sangat islami, selain pemandangan yang kontras tersebut ada di toko busana muslimah.

Setelah berbasa basi sejenak, Anispun memohon diri pulang, dalam hati membatin, subhanallah, mengapa sang ibu tidak menyuruh anaknya mengenakan busana muslim, toh mereka bersentuhan, memegang dan melihat busana muslimah setiap hari. Mengapa wanita tua lebih baik agamanya dan cenderung menutupi dirinya sementara yang muda malah membuka diri dan pakaiannya, justru bukankah fitnah pada wanita muda lebih besar daripada fitnah dari wanita tua.

Anispun menggeleng kuat-kuat tidak mau bergibah walau dengan hatinya sendiri, Namun sekali lagi Anis berfikir, dua orang ibu, yang menggunakan cadar dan berpakaian muslimah, rata rata memiliki anak anak gadis yang sangat cantik dan elok rupawan, namun membiarkan anak gadisnya membuka dirinya, sedangkan sang ibu asyik beribadah dan berdakwah serta melaksanakan perintah agama, namun sangat lalai untuk ingatkan anaknya. Apakah ibu-ibu itu tidak ingin bersama anak gadisnya di surga?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu: penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan.” (QS. At-Tahriim [66] : 6 )

Ayat ini mungkin bukan hanya untuk para ayah saja, namun juga bagi para ibu, ajaklah anak-anak gadis Anda menggunakan pakaian muslimah seperti anda, bila Anda gemar menutup aurat bahkan menggunakan cadar sekali, mengapa Anda biarkan anak gadis Anda terbuka pada siapa saja, sayangkah Anda padanya? Bila ya, selamatkanlah mereka dari api neraka, Anda ibunya, ditangan Andalah Surganya… (eramuslim)

Panglima TNI: Kalau tak Waspada Kita Bisa Diusir dari Negara Ini



Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan penyebab konflik dan perang kini bergeser bukan lagi akibat perbedaan agama, suku dan bahasa, melainkan untuk memperebutkan energi sebuah negara oleh negara lain.

"Semua konflik melanda negara-negara penghasil minyak, yang terakhir terjadi di Suriah dan Ukraina. Sekarang, 70 persen konflik karena energi, dan nanti akan berubah ke tujuannya merebut pangan dan air yang konfliknya bergeser ke negara ekuator," katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Rabu.

Menurut dia, negara-negara ekuator yang menjadi ancaman konflik berlokasi di Asia Tenggara, Afrika Tengah dan Amerika Latin. Indonesia tidak luput menjadi sasaran karena kekayaan alam dan jumlah populasi penduduknya.

"Kalau tidak waspada, kita bisa diusir dari negeri ini. Seperti Indian di Amerika dan Aborigin di Australia," kata Panglima TNI.

Panglima TNI mengingatkan, ancaman tersebut bisa dikalahkan selama rakyat dan generasi muda Indonesia berpegang teguh pada Pancasila untuk menjaga kebhinekaan NKRI.

Tokoh pendiri Indonesia menempatkan lima sila Pancasila yang mengandung makna mendalam tentang ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, dan demokrasi Pancasila yang menjunjung tinggi musyawarah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Republik Indonesia bukan milik satu golongan, adat, dan agama. Islam adalah satu napas dengan ke-Indonesiaan dan kemanusiaan, tanpa membedakan suku," kata Panglima TNI.

Sumber: republika.co.id

Karena Aku seorang Muslimah

Photo hanya ilustrasi muslimah kecil

Wafa adalah keponakan saya yang berumur 7 tahun. Saat ini, dia masih bersekolah di Albany Rise Primary School, Melbourne dan sudah menginjak tahun kedua. Seperti anak-anak lain seusianya, hari-hari Wafa juga masih didominasi oleh sifat kekanak-kanakannya, sering ngambek, nggak mau makan, atau kalau nggak, ya bertengkar dengan Hafidz sang adik. Namun, dibalik itu semua, ada yang istimewa pada diri gadis kecil ini, dia adalah satu-satunya murid di sekolahnya yang menggunakan jilbab, padahal Wafa bersekolah di public school bukan di sekolah islam.

Gadis kecil itu tidak pernah mau melepas tutup kepalanya, walaupun  sekarang sudah tidak lagi tinggal dan bersekolah di Indonesia. Saya tidak pernah melihat ayah ibunya memaksanya untuk menggunakan jilbab,  tetapi faktanya meski berada di lingkungan asing seperti ini –dengan risiko akan “diasingkan” oleh teman-temannya- dia tidak terlalu peduli dan sangat kokoh dengan pendiriannya.

Paling tidak, ada dua kejadian yang mengesankan saya tentang kegigihannya dalam berjilbab. Pada suatu hari, di saat Australia sedang dilanda heatwafe –suhunya mencapai 40 derajat celcius- guru Wafa (didasari rasa kasihan) meminta Wafa untuk membuka jilbabnya agar tidak terlalu kepanasan. Namun dengan tenang Wafa menjawab sambil menatap sang guru, “It’s okay Miss… I’m alright”. Sang guru sampai menyampaikan kekagumannya atas kegigihan anak gadis kecil itu.

Di kesempatan lain, hal itu terjadi lagi, Wafa ditanya oleh beberapa temannya,“Why do you wear that thing on your head?”Dengan tenang Wafa menjawab, “Because I’m Muslim.” Temannya yang masih penasaran bertanya lagi, “But what you’re wearing that for?”  Dengan tenang dia menjawab, “Well, because I’m Muslim girl, and all Muslim girls are not allowed to show their hair to other people, besides their own family.”  Bisa dibayangkan betapa takjubnya teman-temannya mendengar jawaban itu.

Saya tidak tahu darimana Wafa mendapat keberanian untuk melakukan hal itu. Biasanya anak-anak seusianya sangat  takut dianggap berbeda dari teman-temannya, tapi tidak untuk Wafa. Dia sangat percaya diri dengan keislamannya, bahkan disini, di tempat yang cukup asing dengan dirinya. Kegigihan Wafa itu rupanya juga diperhatikan oleh guru-gurunya. Dia terpilih sebagai “Student of the week”  di minggu pertama dia masuk sekolah disini.

So.. for all Muslim girls di mana saja berada, jilbab di atas kepala kalian adalah bukan sebuah tempurung  yang membatasi dirimu. Bukan juga sebuah topeng yang engkau bisa menyembunyikan diri, apalagi sebuah tirai yang menutupi potensi dan kemampuan diri. Namun, seperti yang Wafa contohkan, ia adalah sebuah mahkota yang bukan saja meningkatkan derajatmu diantara kerumunan orang lain, tetapi juga memancarkan cahaya yang membuat potensi dan kemampuan dirimu semakin jelas terlihat.

So… for all Muslim girls wherever you are, lift up your chins, face the world upon you and show them what you are really made of. Cheers..!!

By: Ari Pramono on Thursday, February 18th, 2010 (Muniefah)

30 Tahun Mendatang Anak Kita


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
Jangan remehkan dakwah kepada anak-anak! Jika telah terikat hatinya dengan Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa. Jika engkau siapkan mereka untuk siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala-kendala yang menghadang. Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yang akan datang. Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.
Maka, ketika engkau mengurusi anak-anak di sekolah, ingatlah sejenak. Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan! Engkau sedang berdakwah. Sedang mempersiapkan generasi yang akan mengurusi umat ini 30 tahun mendatang. Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yang memerlukan kesungguhan berusaha, niat yang lurus, tekad yang kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.
Karenanya, jangan pernah main-main dalam urusan ini. Apa pun yang engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30 40 tahun yang akan datang. Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan. Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan umat sedang engkau pertaruhkan!!! Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.
Maka, ketika mutu pendidikan anak-anak kita sangat menyedihkan, urusannya bukan sekedar masa depan sekolahmu. Bukan. Sekolah ambruk bukan berita paling menyedihkan, meskipun ini sama sekali tidak kita inginkan. Yang amat perlu kita khawatiri justru lemahnya generasi yang bertanggung-jawab menegakkan dien ini 30 tahun mendatang. Apa yang akan terjadi pada umat ini jika anak-anak kita tak memiliki kecakapan berpikir, kesungguhan berjuang dan ketulusan dalam beramal?
Maka…, ketika engkau bersibuk dengan cara instant agar mereka tampak mengesankan, sungguh urusannya bukan untuk tepuk tangan saat ini. Bukan pula demi piala-piala yang tersusun rapi. Urusannya adalah tentang rapuhnya generasi muslim yang harus mengurusi umat ini di zaman yang bukan zamanmu. Kitalah yang bertanggung-jawab terhadap kuat atau lemahnya mereka di zaman yang boleh jadi kita semua sudah tiada.
Hari ini, ketika di banyak tempat, kemampuan guru-guru kita sangat menyedihkan, sungguh yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan umat ini. Maka, keharusan untuk belajar bagimu, wahai Para Guru, bukan semata urusan akreditasi. Apalagi sekedar untuk lolos sertifikasi. Yang harus engkau ingat adalah: “Ini urusan umat. Urusan dakwah.” Jika orang-orang yang sudah setengah baya atau bahkan telah tua, sulit sekali menerima kebenaran, sesungguhnya ini bermula dari lemahnya dakwah terhadap mereka ketika masih belia; ketika masih kanak-kanak. Mereka mungkin cerdas, tapi adab dan iman tak terbangun. Maka, kecerdasan itu bukan menjadi kebaikan, justru menjadi penyulit bagi mereka untuk menegakkan dien.
Wahai Para Guru, belajarlah dengan sungguh-sungguh bagaimana mendidik siswamu. Engkau belajar bukan untuk memenuhi standar dinas pendidikan. Engkau belajar dengan sangat serius sebagai ibadah agar memiliki kepatutan menjadi pendidik bagi anak-anak kaum muslimin. Takutlah engkau kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sungguh, jika engkau menerima amanah sebagai guru, sedangkan engkau tak memiliki kepatutan, maka engkau sedang membuat kerusakan.
Sungguh, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah saatnya (kehancuran) tiba.
Ingatlah hadis Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.
“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat,” Dia (Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Beliau menjawab, “Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!” (HR. Bukhari).
Maka, keharusan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, terus-menerus dan serius bukanlah dalam rangka memenuhi persyaratan formal semata-mata. Jauh lebih penting dari itu adalah agar engkau memiliki kepatutan menurut dien ini sebagai seorang guru. Sungguh, kelak engkau akan ditanya atas amanah yang engkau emban saat ini.
Wahai Para Guru, singkirkanlah tepuk tangan yang bergemuruh. Hadapkan wajahmu pada tugas amat besar untuk menyiapkan generasi ini agar mampu memikul amanah yang Allah Ta’ala berikan kepada mereka. Sungguh, kelak engkau akan ditanya di Yaumil-Qiyamah atas urusanmu.
Jika kelak tiba masanya sekolah tempatmu mengajar dielu-elukan orang sehingga mereka datang berbondong-bondong membawa anaknya agar engkau semaikan iman di dada mereka, inilah saatnya engkau perbanyak istighfar. Bukan sibuk menebar kabar tentang betapa besar nama sekolahmu. Inilah saatnya engkau sucikan nama Allah Ta’ala seraya senantiasa berbenah menata niat dan menelisik kesalahan diri kalau-kalau ada yang menyimpang dari tuntunan-Nya. Semakin namamu ditinggikan, semakin perlu engkau perbanyak memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.
Wahai Para Guru, sesungguhnya jika sekolahmu terpuruk, yang paling perlu engkau tangisi bukanlah berkurangnya jumlah siswa yang mungkin akan terjadi. Ada yang lebih perlu engkau tangisi dengan kesedihan yang sangat mendalam. Tentang masa depan ummat ini; tentang kelangsungan dakwah ini, di masa ketika kita mungkin telah tua renta atau bahkan sudah terkubur dalam tanah.
Ajarilah anak didikmu untuk mengenali kebenaran sebelum mengajarkan kepada mereka berbagai pengetahuan. Asahlah kepekaan mereka terhadap kebenaran dan cepat mengenali kebatilan. Tumbuhkan pada diri mereka keyakinan bahwa Al-Qur’an pasti benar, tak ada keraguan di dalamnya. Tanamkan adab dalam diri mereka. Tumbuhkan pula dalam diri mereka keyakinan dan kecintaan terhadap As-Sunnah Ash-Shahihah. Bukan menyibukkan mereka dengan kebanggaan atas dunia yang ada dalam genggaman mereka.
Ini juga berlaku bagi kita.
Ingatlah do’a yang kita panjatkan:
“اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ”
“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yang benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukilah kami bahwa yang batil itu batil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”
Inilah do’a yang sekaligus mengajarkan kepada kita agar tidak tertipu oleh persepsi kita. Sesungguhnya kebenaran tidak berubah menjadi kebatilan hanya karena kita mempersepsikan sebagai perkara yang keliru. Demikian pula kebatilan, tak berubah hakekatnya menjadi kebaikan dan kebenaran karena kita memilih untuk melihat segi positifnya. Maka, kepada Allah Ta’ala kita senantiasa memohon perlindungan dari tertipu oleh persepsi sendiri.
Pelajarilah dengan sungguh-sungguh apa yang benar; apa yang haq, lebih dulu dan lebih sungguh-sungguh daripada tentang apa yang efektif. Dahulukanlah mempelajari apa yang tepat daripada apa yang memikat. Prioritaskan mempelajari apa yang benar daripada apa yang penuh gebyar. Utamakan mempelajari hal yang benar dalam mendidik daripada sekedar yang membuat sekolahmu tampak besar bertabur gelar. Sungguh, jika engkau mendahulukan apa yang engkau anggap mudah menjadikan anak hebat sebelum memahami betul apa yang benar, sangat mudah bagimu tergelincir tanpa engkau menyadari. Anak tampaknya berbinar-binar sangat mengikuti pelajaran, tetapi mereka hanya tertarik kepada caramu mengajar, tapi mereka tak tertarik belajar, tak tertarik pula menetapi kebenaran.

***
Jangan sepelekan dakwah terhadap anak! Kesalahan mendidik terhadap anak kecil, tak mudah kelihatan. Tetapi kita akan menuai akibatnya ketika mereka dewasa. Betapa banyak yang keliru menilai. Masa kanak-kanak kita biarkan direnggut TV dan tontonan karena menganggap mendidik anak yang lebih besar dan lebih-lebih orang dewasa, jauh lebih sulit dibanding mendidik anak kecil. Padahal sulitnya melunakkan hati orang dewasa justru bersebab terabaikannya dakwah kepada mereka di saat belia.
Wallahu a’lam bish-shawab. Kepada Allah Ta’ala kita memohon pertolongan. Maafkan saya.

Erdogan: Hai Asad Sang Pembunuh, Kenapa Kamu Berlepas Tangan?

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengutuk keras serangan kimia yang dilancarkan rezim Suriah di Khan Syaikhun, Idlib pada Selasa (4 April 2017) lalu.

“Hai Asad sang pembunuh, kenapa kamu berlepas tangan dari jeritan (para korban) itu?” kata Erdogan dalam sebuah siaran pers, pada Kamis (6 April 2017).

Dalam siaran pers tersebut, Erdogan juga mengatakan,

“Sungguh, di tangan mereka (rezim Asad) ini, 100 warga sipil meninggal dunia karena senjata kimia (gas sarin), 50 orang di antaranya adalah anak-anak. Hai Asad sang pembunuh, kenapa kamu berlepas tangan dari jeritan (para korban) itu?”

Dalam kesempatan itu, Erdogan menekankan, bahwa Turki akan melakukan segala hal yang dapat menyelamatkan korban luka akibat dari serangan kimia tersebut.

Ia juga mengatakan, meskipun sudah maksimal, namun hal tersebut masih belum cukup. Sehingga, keterbatasn tersebut membuatnya sedih.

Presiden Turki juga mengkritik sikap PBB yang diam terkait penggunaan senjata kimia di Idlib.

“Wahai kalian yang diam terhadap serangan kimia (di Idlib), bagaimana kalian menjustifikasikan sikap kalian ini?” ujarnya.

Menurut sebuah laporan, jumlah korban akibat gas Sarin di wilayah Khan Syaikhun, Idlib, Suriah terus bertambah. Sejauh ini tercatat ada 100 orang yang meninggal dunia, termasuk 30 orang anak-anak dan 18 orang wanita.

Seperti halnya serangan terhadap warga sipil yang dilakukan rezim Suriah di bawah pimpinan Basyar Asad, yang tidak berperikemanusiaan, serangan di kota Idlib juga menyasar fasilitas umum seperti rumah sakit dan masjid.

Sebuah masjid bernama Masjid Ar-Raudhah yang berada di kota Salqin yang berada di sebelah barat Idlib juga diserang oleh pasukan Asad.

Situs Shaam melaporkan, korban yang meninggal dunia di kota tersebut berjumlah 30 orang, termasuk di antaranya 17 orang anak-anak 7 orang wanita. Satuan Pertahanan Sipil Suriah yang berada di barisan para pejuang berhasil mengangkat jasad korban yang terperangkap di bawah reruntuhan gedung selama lebih dari 24 jam.

Menurut saksi mata, pesawat tempur rezim kembali memborbardir kota Khan Syaikhun pada pagi hari Kamis (6 April 2017) kemarin, ketika warga berkumpul untuk menguburkan keluarga mereka yang baru saja diserahkan oleh pihak rumah sakit kepada mereka.

Melihat hal ini, tentu siapa pun yang mempunyai hati nurani tidak akan pernah mendiamkan kejahatan rezim tiran Suriah tersebut. (ABD)

Wanita


1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) di banding lelaki..

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah, tetapi tidak sebaliknya..

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki..

4. Wanita perlu menghadapi kesusahan, mengandung dan melahirkan anak..

5. Wanita wajib ta'at kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya..

6. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri..

7. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki..

📢 Itu sebabnya mereka *YAHUDI & NASRANI* tidak henti²nya berpromosi untuk "ME-MERDEKA-KAN WANITA..."???!!!!

❓Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)...?

1. Wanita perlu ta'at kepada suami,, tetapi tahukah : "lelaki wajib ta'at kepada ibunya 3x lebih utama daripada kepada bapaknya...?"

2. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki,, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya,, sementara apabila lelaki menerima warisan,, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak²nya...

3. Di akhirat kelak,, seorang lelaki akan di minta per-tanggungjawaban-nya terhadap 4 wanita:
▶ Isterinya...
▶ Ibunya...
▶ Anak perempuannya...
▶ Saudara perempuannya...

4. Artinya,, bagi seorang wanita,, tanggung jawab terhadapnya,, "DITANGGUNG" oleh 4 orang lelaki:
▶  Suaminya..
▶  Ayahnya..
▶  Anak lelakinya...
▶  Saudara lelakinya..

5. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu syurga yang mana saja yang disukainya,, cukup dengan 4 syarat saja :
》 "Sholat tepat  5 waktu.."
》 "Puasa di bulan Romadhon..."
》 Ta'at kepada suaminya..."
》 "Menjaga kehormatan dirinya.."

⭐ Ma Syaa ALLAH... ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita... !!

☁ KELEMAHAN WANITA ITU ADALAH : "Wanita selalu lupa,, betapa berharga dirinya..."

"WANITA..."
Ia adalah makhluk yang mulia,, di saat kecil memberi pahala besar untuk orang tuanya...
Nabi Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam bersabda...Barangsiapa yang memiliki dua saudari atau dua anak wanita,, lalu ia berbuat baik kepada keduanya,, maka aku dan ia di dalam surga seperti ini,, beliau menggandengkan dua jarinya...(HR Al Khathab)

"DI SAAT MENJADI ISTRI..."
Ia menjadi ladang pahala untuk suaminya,, mengangkatnya menjadi manusia terbaik...
Nabi Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam bersabda...
"Se-baik² kamu,, adalah yang paling baik untuk istrinya.." (HR Bukhori dan Muslim..)

"KETIKA MENJADI SEORANG IBU..."
Ia amat mulia dan haknya Amat Agung...               Ada seorang lelaki bertanya : kepada Nabi Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam,, "Siapakah manusia yang paling ber-hak aku perlakukan dengan baik?"
Beliau Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam bersabda...
Ibumu...
Kemudian siapa?
Ibumu...
Kemudian siapa?
Ibumu lalu Bapakmu...
(HR Bukhari)

Wahai wanita...
Sadarkah bahwa kalian makhluk yang mulia...
Maka janganlah kamu campakkan kemuliaanmu...
Semoga Allah azza wajjalla senantiasa menjagamu...

MUI: Indonesia Mayoritas Muslim, Tapi TV Nasionalnya Takut Siarkan Ceramah Zakir Naik, Ada Apa?



Ceramah Zakir Naik yang tidak disiarkan televisi nasional di Indonesia memang mengundang tanda tanya.  Padahal, ustad yang punya jutaan penggemar di Indonesia ini bisa mendatangkan rating tinggi. Apakah televisi di negeri mayoritas Muslim ini takut dituduh teroris?

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis dalam perbincangan, Jumat (31/3/2017) sudah mewanti-wanti.

Cholil mengatakan ada hal yang harus diperhatikan mengingat Zakir Naik memiliki spesialisasi dalam perbandingan agama. Ia ingin, saat tur dakwah nanti, Zakir Naik tetap memperhatikan kekhasan Islam yang ada di Indonesia.


"Diharapkan ceramahnya juga nanti dalam membicarakan agama lain harus hati-hati. Agar orang awam perlu hati-hati agar tidak salah paham. Jangan sampai nanti malah menyebarkan pesan membenci atau menistakan agama lain," tuturnya seperti dikutip dari detik.com.

Faktanya dalam setiap ceramah, Zakir Naik mengemukakan logika sederhana yang bisa diterima siapa saja ditambah dengan dalil Alquran dan Alkitab. Bagian mana yang menyebarkan kebencian dan menista agama? Jikalau Zakir Naik memang seperti itu, mengapa banyak non muslim yang akhirnya masuk Islam setelah mendengarkannya?

Bahkan sebelumnya, tersiar kabar bahwa Zakir Naik ditolak di beberap negara, bahkan di Malaysia. Tapi ternyata, hanya segelintir orang di Malaysia yang menolaknya. Mirisnya, orang-orang tersebut mengatasnamakan toleransi beragama.

Jika kita melihat isi ceramah Zakir Naik dan menarik benang lurus dari perlakuan dunia terhadap Muslim, maka bisa dipastikan televisi nasional tidak menyiarkan Zakir Naik karena takut dianggap TERORIS, PENYEBAR KEBENCIAN dan PENISTA AGAMA.

Sedihnya, stereotip itu bahkan sudah tertanam disebagian pikiran Muslim di Indonesia (seperti yang terlihat dari salah satu penanya saat Zakir Naik ceramah di Bandung).

Beginilah nasib sang mayoritas yang mulai tertindas.


Sumber : Republik.in

Berlakubaiklah pada Orang yang Menyakitimu


Kalau ada yang menyakiti hati atau diri kita, menganiaya, dan atau berbuat jahat pada kita

Tolaklah perbuatan itu dengan sabar karena Alloh dan balaslah dengan kebaikan padanya.

Sungguh
tidak akan pernah sama kebaikan dengan kejahatan

Kebaikan membawamu pada rahmatNya dan rahmat Alloh akan membawamu ke Surga

Sedang kejahatan menggiringmu pada dosa dan dosa akan menggusurmu pada siksaanNya

Harus berSabar?

Betul, sabar adalah 5 huruf yang mudah di ucapkan tapi butuh perjuangan dan latihan untuk melaksanakannya

Dan hanya orang yang bisa bersabar yang bisa membalas kejahatan orang dengan kebaikan bahkan kebaikannya menghadapi orang yang menjahatinya seperti kebaikannya pada teman setianya..

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

“Dan tidaklah sama perbuatan yang baik dan yang jahat. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka apabila di antara kamu dan dia ada permusuhan jadikan seolah-olah ia adalah teman setia”

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar”

[Surat Fushilat (41):34-35]


Sungguh sabar tiada batasnya, Karena yang membatasi sabar adalah orang yang belum mampu bersabar

✍ Nurfalah Abi Hamza



Aku yang diusir dari Telaga Kautsar



Sesungguhnya setiap Nabi memiliki telaga (pada hari kiamat nanti),

Dan mereka saling membanggakan tentang siapa di antara mereka yang paling banyak orang mendatangi telaganya (dari umatnya),

Dan sungguh aku berharap (kepada Allah Ta’ala) bahwa akulah yang paling banyak orang yang mendatangi (telagaku). HR at-Tirmidzi (no. 2443) dan ath-Thabarani (no. 6881)

Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga) itu.

Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian.

Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh,

mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata,
"Wahai Rabbku, ini adalah umatku, mereka betul-betul pengikutku"

Lalu Allah s.w.t. berfirman,
"Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu, engkau tidak mengetahui bahwa mereka telah mengganti ajaranmu setelahmu.”

Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengatakan,
“Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.” (HR. Bukhari, no. 7049, no. 7051)


Siapa mereka yang diusir dan dijauhkan Alloh dari telaga Kautsar??

Merekalah aku..
Aku yang apabila:
Seorang MUNAFIK yang mengaku beriman padahal hatinya pembenci Islam dan rosululloh

Merekalah aku..
Aku yang apabila:
Seorang yang telah Islam kemudian Murtad

Merekalah Aku
Aku yang apabila:
Menerima Islam hanya dengan hawa nafsu.. memilih melaksanakan melaksanakan syariat yang sesuai keinginan diri dan menolak syariat yang bertentangan dengan kemauan hati, kebiasaan diri, keluarga dan masyarakat.

Merekalah aku
Aku yang apabila :
Merubah ajaran yang telah digariskan Alloh melalui alQuran dan NabiNya s.a.w dengan hadits-hadits shohih nya.

Merekalah aku
Aku yang apabila:
Mengusulkan bentuk ibadah baru dalam islam dengan alasan mengira ngira supaya lebih afdhol, supaya lebih khusyu supaya lebih banyak pahala padahal amat sangat bertentangan dengan ketetapan syariat Islam

"Celaka, celaka, bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku"

"Sungguh laksanakanlah ibadah yang hanya diperintah dan jangan sekali kali melaksanakan bentuk ibadah yang tidak diperintah agama"

✍Nurfalah Abi Hamza

Sebenarnya Apa yang kamu Sombongkan?



DILARANG SOMBONG

Lahir : ditolong oleh Orang lain

Nama : diberi oleh Orang lain

Pendidikan : didapat dari Orang lain

Gaji : diterima dari Orang lain

Kehormatan: diberikan oleh Orang lain

Mandi pertama: dilakukan oleh Orang lain.

Mandi terakhir : dilakukan oleh Orang lain

Harta setelah meninggal: menjadi hak Orang lain

Pemakaman : dilakukan oleh Orang lain

Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita selalu memerlukan Orang Lain.

Kita mulai sedar bahawa hidup ini memerlukan orang lain :
DI MANAKAH KEHEBATAN KITA

Ternyata, kita bukanlah siapa-siapa tanpa ORANG LAIN.

Bersahabatlah dengan semua orang kerana kita tidak tahu bila kita memerlukan bantuan mereka.


Setiap Anak Kita Harus ‘Kembar’



Prof. DR. Akram Dhiya’ dalam bukunya As Siroh An Nabawiyyah Ash Shohihah menjelaskan seputar kelahiran Nabi Muhammad. Banyak kisah seputar kelahiran Nabi yang riwayatnya tidak bisa dipakai. Kisah-kisahnya antara dhoif, dhoif sekali, bahkan palsu. Untuk memuliakan Nabi tidak memerlukan semua riwayat lemah itu. Karena beliau tetap mulia tanpanya.

Perlu diketahui bahwa Prof. Akram adalah pakar sejarah Islam yang menggabungkan antara konsep ahli hadits dengan sejarawan. Menggabungkan antara konstruksi sejarah dengan keabsahan kisah.

Setelah menjelaskan itu, beliau berkata,

“Tetapi ada riwayat yang menguat dengan riwayat lain mencapai derajat hasan tentang kelahiran beliau. Di mana Aminah ketika melahirkan, ia melihat ada cahaya yang keluar dari dirinya hingga menerangi istana-istana Busro di Negeri Syam.” (h. 101)

Izinkan kami belajar dari kalimat ini. Bukankah ini bicara tentang kelahiran orang besar. Bahkan manusia terbesar sepanjang sejarang manusia. Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Beliau lahir di tengah kegelapan jahiliyyah yang membungkus zaman dan setiap jengkal bumi. Orang-orang baik nyaris tidak mendapatkan tempat. Hukum rimba berlaku. Yang kuat memakan yang lemah. Tetapi selalu ada nurani yang tidak setuju dengan semua kerusakan itu. Mereka yang mencari solusi.

Beliau memang dilahirkan untuk menyingkap kegelapan itu dan menggantinya dengan cahaya. Agar manusia kembali menemukan dirinya. Mulai memahami kehidupan ini. Hingga akhirnya bisa mengabdikan dirinya kepada Pencipta yang sesungguhnya. Selanjutnya bumi akan menemukan kenyamanannya dan memberikan yang terbaik baik bagi kehidupan manusia. Langit yang menaungi juga kembali sejalan dengan manusia yang telah membaik sehingga kembali mengucurkan keberkahan.

Semua ini berawal dari kelahiran itu. Kelahiran bayi yang diiringi oleh cahaya. Cahaya yang mampu menerangi hingga istana-istana Busro, Syam. Cahaya itu akan masuk hingga ke istana-istana. Cahaya itu akan sampai hingga negeri jauh. Mereka suka atau tidak suka. Cahaya itu akan sampai.

Sungguh, bacalah sejarah Rasulullah Muhammad dan akan kita jumpai beliau benar-benar cahaya bagi kehidupan ini. Menerangi perjalanan manusia yang telah lama terpuruk dalam lorong gelap kedzaliman dan kemaksiatan.

Iman dan keyakinannya adalah cahaya bagi mitos-mitos yang telah merasuk di hati setiap orang. Ibadahnya adalah cahaya bagi berbagai ritual yang bahkan tidak logis. Akhlaknya adalah cahaya di tengah bobroknya moral yang terkubur di antara syahwat-syahwat yang sengaja diumbar. Muamalahnya adalah cahaya di tengah interaksi rimbawi yang menghancurkan tatanan sosial.

Tapi, bagaimana seorang Muhammad tiba-tiba bisa menjelma menjadi manusia yang bercahaya dan menerangi orang lain. Jawabannya, karena beliau dibekali oleh Allah dengan cahaya pula,

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.” (Qs. Al Maidah: 15)



Ya, Allah menebar hidayahnya bersama dengan menebar ayat-ayat firman-Nya. Al Quran lah satu-satunya panduan untuk menyingkap kegelapan dan memberikan cahaya solusi. Dikawal oleh manusia bercahaya, Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Kini, zaman kembali kebingungan. Masalah tanpa solusi. Hidup tanpa keamanan. Kerja tanpa kesejahteraan. Hukum tanpa keadilan. Keluarga tanpa kebahagiaan. Negara tanpa kepemimpinan. Carut marut, tanpa ada yang tahu bagaimana dan siapa yang bisa mengurainya.

Maka, anak-anak kita harus lahir ‘kembar’. Mereka harus lahir bersama lahirnya cahaya.

Merekalah cahaya itu.

Mereka solusi itu.

Merekalah yang akan menebarkan cahaya Allah; Al Quran Al Karim.

Anak-anak kita, anak-anak cahaya

SUMBER : parentingnabawiyah.com

Islam Akan Pergi Dari Indonesia



Saya Pernah Membaca dari Buku Sejarah yang Menjelaskan Bahwa, Islam Pernah Jaya di Andalusia (Spanyol). Karena Ummat Islam Tidak Menjaganya dengan Baik, Akhirnya Islam di Andalusia Hilang dan Andalusia Jatuh Ke Tangan Orang-Orang Nasrani.

Sejarah Juga Mencatat Bahwa, Islam Pun Pernah Jaya di Turki. Tapi Lagi-Lagi Islam Minggat Dari Turki, karna Bangsa Turki Tidak Pandai Mengurusnya.

Muslim Philipina Pernah 100%, Saat ini Hanya Tinggal 2% Saja.

Penduduk Muslim Singapora dalam Catatan Sejarah Mencapai 93%, Sekarang hanya Tinggal 15%.

Saya Merasa Khawatir, Penduduk Indonesia yang Pernah Mencapai 95%, 10 Atau 15 Tahun Lagi Entah Akan Tinggal Berapa Persen Lagi?

Akankah Islam Malah Akan Hilang Dari Indonesia?

Wahai Ummat Islam Indonesia. Bila NKRI ini yang Berpenduduk Muslim 95% Tidak Sanggup Kita Jaga, Islam Tidak Hanya Akan Hilang Dari Bumi Nusantara Ini, Tapi Malah Sejarah Kelam di Spanyol Bakal Terulang di Indonesia. Bila ini Terjadi, Sungguh sangat Pilu jika Anak-Anak Muslim Indonesia Suatu Saat akan Diberikan 3 (Tiga) Pilihan:
1. Masuk Nasrani
2. Dibunuh, Atau
3. Keluar dari Bumi Indonesia.

Ingat Wahai Saudara-Ku Muslim, "Islam Tidak Akan Pernah Musnah Dari Dunia, Tapi Islam Bisa Hilang Dari Bumi Indonesia". Lihatlah Keadaan Ummat Islam Saat ini, Rata2 Pelosok Daerah Orang-Orang Muslim Diadu Domba. Sesama Muslim Kita Saling Bermusuhan, Tapi dengan Non Muslim Kita Bela Habis-Habisan, dan Malah dengan Senang Hati Memasang Badan.

Di depan Mata Kita Hari ini, Fenomena ini Sedang Terjadi. Muslim satu Dengan Muslim Lainnya Sedang Saling Menyalahkan dan Saling Menyerang. Lihatlah Partai-Partai Yang di Dalamnya Mayoritas Muslim, Partai Muslim Pecah, Partai Muslim Kisruh, Partai Muslim Terbelah Dua. Organisasi Muslim Seperti NU, Adalah Oranganisasi yang Punya Catatan Bahwa Anggotanya Pernah Memerdeka-kan Indonesia. Tapi Saat ini Apa yang Terjadi? Satu-Satu Anggota NU "Diculik" agar Berseberangan Dengan Anggota NU Lainnya. Miris, Anggota NU yang Di "Culik" ini, Terang-Terangan Membela NON MUSLIM dan Menyalahkan Ulama Muslim yang Istiqamah dengan Keislaman-nya. Ada Apa Ini ?????

Jawabannya Adalah, Islam Sedang digerogoti dari Dalam, Islam sedang Dihancurkan Melalui Tangan-Tangan Muslim itu Sendiri. Saya Merasa Khawatir, Suatu Hari Nanti, Muslim Indonesia Mati Bukan Karena Nuklir Yahudi, Muslim Nusantara Bukan Mati Karena Senjata Orang Nasrani. Tapi Muslim Indonesia Akan Musnah Karena Pertikaian dan Perang Saudara.

Wahai Saudara-Ku Seiman :
Kita Sedang diadu Domba.
Remaja Kita Sedang Diracuni Narkoba.
Partai Muslim Sedang dibagi Dua.
Organisasi Muslim dibuat Haru Hara.

Buka Mata Bukalah Telinga.
Buka Mata Hati Wahai Bangsa.
Muslim Indonesia Terbesar di Dunia.
Hindari Pertengkaran antar Sesama.
Jaga NKRI Wahai Pemuda.
Jangan dijual untuk Bangsa China.
Kita Wariskan NKRI Untuk Cucu Kita.
Karena Indonesia Warisan Kakek Kita.

Sumber : siarannews.com

Ketika Sumpah Jabatan Diganti Pakai Kantong Kresek




Beberapa tahun lalu, saat kampanye Pilpres 2014, publik digegerkan dengan foto umrah Jokowi. Kala itu, geger pakaian umrahnya salah.

Tak lama, muncul counter opini yang mengkritisi pakaian umrah Jokowi. Aneka pembelaan muncul bak rudal yang ditembakan. Hal-hal terkait demikian sangat ramai memenuhi jagat media massa dan sosmed.

Jokowi salah wudhu, jadi imam shalat di luar Magrib dan Isya dengan lafadz yang dinyaringkan, serta peristiwa kegaduhan lain yang terkait proses ibadah Jokowi.

Pencitraan dengan cover ibadah pasti menjadi hal seksi. Jangankan begitu. Sekadar mengemas simbol agamis pasti laku. Dicaci atau dipuji, urusan nanti.

Hal penting mendapat perhatian publik.  Mendapat promosi gratis dari media massa. Baik atau buruk, nama yang akan dikemas telah terpatri dalam benak publik.

Inilah pola branding paling sederhana. Komunikasi politik yang menggelitik, namun hasilnya ciamik untuk masyarakat Indonesia. Terima atau tidak dengan dijualnya agama, itulah yang banyak dilakukan para pencari suara. Minimal para pencari perhatian.

Dan yang membuat branding menjadi murah: gunakan simbol agama. Sekelas James Riyadi saja pakai peci hitam. Itu digunakan ketika berkunjung ke kantor PBNU.

Begitu pula Harry Tanoe, yang mencari perhatian lewat kunjungan ke pesantren. Sekali lagi: baik atau buruk, caci atau puji, salah atau benar, semua itu urusan belakang.

Hal penting dapat perhatian. Branding gratis yang murah meriah. Kemaslah branding dengan bernuansa agamis. Dipastikan Anda akan memperoleh perhatian besar. Pujian manis atau caci maki bengis.

Kalau sudah dapat perhatian, tinggal create sesuai tujuan. Seperti create dengan survei atau blusukan memuakan.

Tak percaya? Siapa dulu yang kenal Jokowi, Ahok, Harry Tanoe? Sekarang nyaris sebagian besar masyarakat tahu. Dari kota ke desa, pedesaan ke pedalaman.

Sampai kini, cara jualan simbol agama itu masih dilakukan. Karena memang laris manis. Pemain religionomik tak butuh etika yang baik.

Jualan simbol agama itu, baru-baru ini dilakukan lagi. Seperti Setya Novanto yang menyebut Keislaman Ahok diridhai lantaran salaman dengan Raja Salman. Djarot pakai peci.

Terlalu banyak dan panjang jika disebutkan. Apalagi, nyaris di setiap ajang pilkada yang dimainkan bandar, menjual simbol-simbol agama.

Nah, celakanya ketika suara rakyat berhasil diembat. Ketika penjual janji tanpa bukti terpilih, agama dipinggirkan. Dilecehkan, bahkan diinjak dan mau dipisahkan.

Seperti kegaduhan yang dilontarkan Jokowi soal pemisahan politik dan agama. Bukan sekali ini saja wacana pemisahan politik dan agama. Tak laku, jual lagi. Coba lagi, lempar lagi. Gaduhkan lagi.

Padahal harga cabe yang tingginya amit-amit itu tak juga bisa dilepaskan dari kebijakan politik. Sedangkan tujuan politik menciptakan kesejahteraan merata, dan hanya nilai agama yang mampu memandunya. Mencipta politik beretika.

Tidak akan pernah bisa memisahkan politik dan agama. Bagaimana mungkin memisahkan politik dan agama, sedangkan sumpah jabatan pakai Kitab Suci.  Atau nanti kita revisi: sumpah jabatan dengan Kitab Suci ganti saja pakai kantong kresek. Duhai ini bukan negara komunis.

Lalu, apa kabar rekening 506 dan ketetapan 1997? Bagaimana pemeriksaan Austrac, Interpol dan proses audit finansial global terkait kejahatan finansial masa silam?

Segala kegaduhan yang diciptakan tetap tak mampu mengubur jejak kejahatan waktu lampau. Semoga kelak, Allah menyingkap tabir-tabir yang disembunyikan. Sebaik-baiak makar adalah makar Allah.

Sumber:
republika.co.id

Sahihkah Anjuran Puasa Tujuh Hari di Awal Rajab?


Seseorang boleh saja shaum di bulan Rajab sebagaimana shaum pada bulan lainnya, seperti melakukan shaum Senin-Kamis, shaum Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Hijriyah), shaum Daud (sehari shaum, sehari tidak).

Namun bagaimana dengan motivasi shaum di bulan Rajab secara khusus? Adakah tuntunannya? Di antaranya, ada anjuran shaum tujuh hari di awal Rajab.

Hadits shaum Rajab

Ada beberapa hadits yang menganjurkan beberapa shaum di bulan Rajab, contohnya:

Pertama:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن في الجنة نهرا يقال له رجب أشد بياضا من اللبن و أحلى من العسل من صام من رجب يوما سقاه الله من ذلك النهر

“Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai, namanya sungai Rajab. Airnya lebih putih dari pada salju, lebih manis dari pada madu. Siapa yang shaum sehari di bulan Rajab, maka Allah akan memberinya minum dengan air sungai tersebut.”
(HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman,  no. 3800, 3: 367. Ibnul Jauzi dalam Al-‘Ilal Al-Muntanahiyah, no. 912 menyatakan bahwa hadits ini tidak shahih, di dalamnya ada perawi majhul yang tidak jelas siapa mereka)

Kedua:

رجب شهر عظيم يضاعف الله فيه الحسنات فمن صام يوما من رجب فكأنما صام سنة ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه سبعة أبواب جهنم ومن صام منه ثمانية أيام فتح له ثمانية أبواب الجنة ومن صام منه عشر أيام لم يسأل الله إلا أعطاه ومن صام منه خمسة عشر يوما نادى مناد في السماء قد غفر لك ما مضى فاستأنف العمل ومن زاد زاده الله

“Bulan Rajab adalah bulan yang agung, Allah akan melipatkan kebaikan pada bulan itu. Barang siapa yang shaum satu hari pada bulan Rajab, maka seakan-akan ia shaum selama satu tahun. Barang siapa yang shaum tujuh hari pada bulan Rajab, maka akan ditutup tujuh pintu api neraka jahanam darinya. Barang siapa yang shaum delapan hari pada bulan itu, maka akan dibukakan delapan pintu surga baginya. Barang siapa yang shaum sepuluh hari dari bulan Rajab, maka tidaklah Allah dimintai apa pun kecuali Allah akan memberinya. Barang siapa shaum lima belas hari pada bulan Rajab, maka ada yang memanggil dari langit, ‘Engkau telah diampuni dosamu yang telah lampau.’ Mulailah amal, siapa yang terus menambah, maka akan terus diberi pahala.”
(HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 5538 dari jalur ‘Utsman Ibnu Mathor Asy-Syaibani, dari ‘Abdul Ghafur yaitu Ibnu Sa’id, dari ‘Abdul ‘Aziz bin Sa’id dari bapaknya. Hadits ini dikatakan oleh Syaikh Al-Albani sebagai hadits maudhu’ atau palsu karena adanya ‘Utsman bin Mathar. Ibnu Hibban menyatakan bahwa ia meriwayatkan hadits-hadits palsu. Syaikh Al-Albani memasukkan hadits ini dalam kumpulan hadits lemah, dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 5413, 11: 692)

Penilaian Ulama

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
“Setiap hadits yang membicarakan shaum Rajab dan shalat pada sebagian malam (seperti shalat setelah Maghrib pada malam-malam pertama bulan Rajab, pen), itu berdasarkan hadits dusta.”
(Al-Manar Al-Munif, hlm. 49).

Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
“Hadits yang menunjukkan keutamaan shaum Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.”
(Latha’if Al- Ma’arif, hlm. 213)

Penulis Fiqh Sunnah, Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata, “Adapun shaum Rajab, maka ia tidak memiliki keutamaan dari bulan haram yang lain. Tidak ada hadits shahih yang menyebutkan keutamaan shaum Rajab secara khusus. Jika pun ada, maka hadits tersebut tidak bisa dijadikan dalil pendukung.”
(Fiqh Sunnah, 1: 401).

Sebagaimana dinukil oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah (1: 401), Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata,
“Tidak ada dalil yang menunjukkan keutamaan shaum di bulan Rajab atau menjelaskan shaum tertentu di bulan tersebut. Begitu pula tidak ada dalil yang menganjurkan shalat malam secara khusus pada bulan Rajab. Artinya, tidak ada dalil shahih yang bisa jadi pendukung.”

Syaikh Shalih Al-Munajjid hafizhahullah berkata,
“Adapun mengkhususkan shaum pada bulan Rajab, maka tidak ada hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya atau menunjukkan anjuran shaum saat bulan Rajab".

Yang dikerjakan oleh sebagian orang dengan mengkhususkan sebagian hari di bulan Rajab untuk shaum dengan keyakinan bahwa shaum saat itu memiliki keutamaan dari yang lainnya, maka tidak ada dalil yang mendukung hal tersebut.”
(Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 75394)

Kalau kita lihat hadits-hadits di atas dan masih banyak hadits lainnya, sungguh betapa besar keutamaan shaum pada bulan Rajab. Akan tetapi kalau kita lihat lebih teliti lagi, kita dapati hadits-hadits itu berkisar antara hadits lemah dan hadits palsu.

Silakan timbang-timbang, apa dengan menggunakan hadits lemah atau hadits palsu untuk kita beramal Ibadah?

Jika demikian, Kita mau bilang apa ketika nanti menghadap Rosululloh di telaga Kautsar sedangkan kita membawa hasil amal ibadah yang bukan disunnahkan oleh beliau Shollallohu 'alaihi wa sallam.

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah untuk menerima amalan sesuai tuntunan. aamiin

TANGGUNG JAWAB KAUM TERPELAJAR


Dunia terkejut ketika Lenovo yang di komandani para alumni China Academic of Science (C.A.S) mengambil alih raksasa komputer dari AS, IBM. Kemudian dunia semakin terkejut ketika China mampu menciptakan processor lebih hebat dari Intel sehingga China mandiri menghasil produk MRI berkelas dunia. Dan itu lahir dari dapur riset China Academic of Science. China enggak punya kebun sawit tapi memiliki downstream CPO terluas di dunia. Dari oleo kimia, oleo pangan, dan oleo non food/eleo non edible mencakup ratusan item produk yang dihasilkan oleh ribuan industri hilir CPO. Kita yang punya sawit mereka yang dapatkan nilai tambah luar biasa besarnya. Itu semua berkat kehebatan visi China menjadi negara industri modern dengan dukungan riset. Nilai ekspor produk turunan CPO China lebih besar dari nilai penerimaan devisa kita sebagai penghasil CPO.

China memiliki 17 juta mahasiswa, yang mayoritas mengambil bidang sains dan tekhnik. Setiap tahun China menghasilkan tidak kurang dari 325,000 insinyur. Setiap tahun china membelanjakan USD 60 milliar untuk penelitian dan pengembangan. Untuk saat sekarang ini, penekanan dalam laboratorium-laboratorium China diarahkan secara besar-besaran mendukung inovasi kaum wirausahawan menghasilkan produk yang berkualitas dan murah.

Kemajuan China sekarang tidak bisa dipisahkan dari semangat kemandirian dari kaum terpelajar China yang merupakan komunitas elite. Karena mereka yang terdidik S1 hanya sekian permil dari total populasi China. Namun kesempatan jadi sarjana ini benar-benar dimanfaatkan rakyat china untuk ambil bagian merubah peradaban yang lebih baik bagi bangsanya.

China punya Silicon Valley seperti Qingdao. Yang menakjubkan, kota nelayan ini memiliki Laoshan yang merupakan kawasan indah berhawa sejuk dan ditetapkan sebagai kawasan Industri High Tech. Dikawasan inilah berdiri berbagai Business High tech yang melakukan berbagai inovasi dibidang IT.

Kawasan ini terhubung dengan lebih 100 kampus terbaik di China dan beberapa lembaga riset. Dari business IT perangkat lunak saja wilayah ini menghasilkan pendapatan lebih dari USD 40 miliar pertahun (lebih besar dari pendapatan MIGAS kita). Gaji seorang insinyur di Qingdao hanya 1/5 gaji insiyur di USA dan Eropa. Tapi kualitas kerja mereka sama. Namun biaya hidup di Qingdao sangat murah. Makanya mengundang banyak perusahaan  asing melakukan investasi inovasi produk dengan memanfaatkan  Insinyur dari Qingdao.Tentu mereka harus bermitra dengan pengusaha lokal china. Disinilah terjadi sinergi hebat antara SDM, pasar dan tekhnologi.

Pertumbuhan cepat China karena terjadinya paradigma baru setelah era Deng yaitu lahirnya new comer entrepreneur dari kalangan kampus. Mereka terpelajar dan sangat mudah menterjemahkan kebijakan pemerintah untuk melompat kemasa depan. Sebagian besar yang kini jadi 1000 orang kaya China adalah para sarjana alumni China Acedemic of Science.

"Andaikan dulu para sarjana kami lebih memilih jalur aman berkarir sebagai pekerja mungkin sampai kini china tetap akan terbelakang." Kata pejabat China kepada saya.

Tantangan masa depan hanya dapat dijawab oleh kaum terpelajar dan itu didukung oleh kemauan mereka untuk berwiraswasta menjadi hero bagi keluarga dan bangsanya. Jadi memang budaya suatu bangsa lah yang membuat bangsa itu kuat melewati putaran zaman. Dan budaya China memang mandiri. Bagaimana dengan kita ?

Kita Mengetahui Bahwa; Tapi Sayang...



Kita mengetahui :
Sholat secara berjamaah  itu adalah sunnah, mendapat lebih 27 derajat dibanding Shalat bersendirian.
Tetapi ruginya kita masih tidak mampu untuk berjamaah di Masjid atau Surau.


Kita mengetahui :
Pahala dua rakaat Dhuha setara dengan pahala 360 sedekah,
Tetapi sayang, hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha

Kita mengetahui :
Orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api Neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan.
Tetapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.

Kita mengetahui : bahwa
Siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu Malaikat yang memintakan ampun untuknya.
Tetapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun minggu ini.

Kita mengetahui : bahwa
Siapa yang membantu membangun Masjid karena Allah SWT walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di Surga.
Tetapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan Masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu atau seribu rupiah.

Kita mengetahui : bahwa
Siapa yang membantu ibu tunggal dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang shalat sepanjang malam tanpa tidur.
Tetapi sayang, sampai saat ini kita belum bisa membantu seorang pun anak yatim

Kita mengetahui :bahwa
Orang yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan di lipatgandakan sepuluh kali.
Tetapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al-Qur'an dalam jadwal harian kita.

Kita mengetahui : bahwa
Haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali Surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya.
Tetapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakan Haji, padahal kita mampu melaksanakannya.

Kita mengetahui : bahwa
Orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak shalat malam, dan bahawasanya Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka.
Tetapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.

Kita mengetahui : bahwa hari Kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah SWT akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur.
Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.

**********
Kita sering menyaksikan orang2 yang kita kenal dan kita sayangi meninggal mendahului kita.
Tetapi sayang, kita selalu hanyut dengan senda gurau dan permainan seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya.

Semangat Mencari Harta Tapi Malas Mencari Ilmu


Banyak diantara manusia yang peras keringat banting tulang dalam mengejar dunia serta mencari harta, akan tetapi mereka sangat malas dan tidak peduli dalam menuntut ilmu agama. Padahal ilmu lebih berharga daripada harta seandainya mereka mengetahui

Allah Ta’ala mencela karakter orang-orang kafir yang pandai dalam masalah dunia akan tetapi mereka bodoh dalam hal akhirat.

يَعْلَمُونَ ظَاهِراً مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“ Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” (QS Ar-Ruum : 7)

Ali bin Abi Tholib radhiyallahu anhu berkata :

الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنْ الْمَالِ. الْعِلْمُ يَحْرُسُك وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالِ. الْعِلْمُ حَاكِمٌ وَالْمَالُ مَحْكُومٌ عَلَيْهِ. مَاتَ خَزَّانُ الْأَمْوَالِ وَبَقِيَ خَزَّانُ الْعِلْمِ أَعْيَانُهُمْ مَفْقُودَةٌ، وَأَشْخَاصُهُمْ فِي الْقُلُوبِ مَوْجُودَةٌ

“Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu bisa menjagamu, sedangkan harta kamu yang menjaganya.
Ilmu sebagai hakim sementara harta objek yang dihukumi. Penumpuk harta mati, sedangkan penghimpun ilmu tetap abadi, karena walaupun jasad mereka telah tiada, akantetapi kepribadian mereka tetap hidup di hati” (Adabud Dunya Wad Diin Almawardi hal.48)

Menuntut ilmu lebih membutuhkan kerja keras dan kecerdasan sebagimana yang dinasehatkan oleh Yahya bin Katsir rahimahullah :

لَا يُنَالُ الْعِلْمُ بِرَاحَةِ الْبَدَنِ

“Ilmu tidak bisa diraih dengan badan yang santai” (Jami’u Bayanil ‘Ilmi : 554)

As-Sya’bi rahimahullah berkata :

لَوْ أَنَّ رَجُلًا سَافَرَ مِنْ أَقْصَى الشَّامِ إِلَى أَقْصَى الْيَمَنِ؛ لِيَسْمَعَ كَلِمَةَ حِكْمَةٍ مَا رَأَيْتُ سَفَرَهُ ضَاعَ

“Seandainya seseorang safar dari ujung negeri Syam sampai ujung negeri Yaman hanya untuk sekedar mendengar satu kalimat hikmah (ilmu) maka aku memandang hal itu bukanlah perkara sia-sia” (Jami’u Bayanil ‘Ilmi 1/94)

Kejar dan tuntutlah ilmu agama sebagaimana engkau semangat dalam mengejar harta, rakuslah terhadap ilmu karena tidak ada ambisi yang terpuji kecuali  dalam mencari ilmu.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

لَنْ يَشْبَعَ الْمُؤْمِنُ مِنْ خَيْرٍ يَسْمَعُه حَتَّى يَكُونَ مُنْتَهَاهُ الْجَنَّةَ

“Seorang mu’min tidak akan pernah merasa puasa terhadap kebaikan (ilmu) yang ia dengar sehingga perjalanannya berakhir di surga” (HR Tirmidzi : 2686, Jami’u bayanil ‘ilmi : 612)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata mengenai hadits di atas :

فَجعل النَّبِي النهمة فِي الْعلم وَعدم الشِّبَع مِنْهُ من لَوَازِم الايمان واوصاف الْمُؤمنِينَ وَاخْبَرْ ان هَذَا لَا يزَال دأب الْمُؤمن حَتَّى دُخُوله الْجنَّة

“Nabi shalallahu alaihi wasallam menjadikan sifat ambisi dan tidak pernah merasa puas (rakus) terhadap ilmu sebagai konsekwensi iman dan sifat orang beriman.
Dan Beliau memberitahukan bahwa sifat ini tetap menjadi karakter mu’min sampai ia masuk surga”
(Miftah Daaris Sa’adah 1/74)

Di dalam lafadz hadits yang lain disebutkan :

مَنْهُومَانِ لَا يَشْبَعَانِ طَالِبُهُمَا طَالِبُ عَلِمٍ، وَطَالِبُ الدُّنْيَا

“Dua orang yang ambisi (rakus) tidak merasa puas, penuntut ilmu dan pencari dunia”
(HR Thabrani , Al-kabir : 10388 , Al-Hakim Al-Mustadrak 1/92 : 312, dishahihlan oleh Ad-Dzahabi)

Wallahu a’lam.

Sumber : www.suara-islam.com

KISAH NYATA: Keajaiban Adzan



Dering suara Hand Phone (HP) di malam nan sunyi membangunkan tidur Ustadz Abdurahman yang sedang beristirahat di rumahnya..

Saat itu jam menunjukkan pukul 10 malam,dilayar HP beliau Muncul nomor yang tidak dikenal..

Beliau sebenarnya tidak ingin mengangkatnya, namun karena beliau penasaran akhirnya beliau mengangkatnya dan mulai menyapa : Assalamu’alaikum, siapa ini..??

Kemudian penelpon itu menjawab : Wa’alaikumussalam, Ini Ahmad, ustadz, maaf saya mengganggu ustadz malam ini..

Ustadz, saya mohon datanglah kesini, saudara saya sedang kritis, dia baru saja kecelakaan dan dokternya mengatakan kalau dia sudah tidak bisa berbuat banyak, tolonglah kami ustadz..!!

Ustadz Abdurrahman baru paham kalau yang menelpon barusan adalah salah seorang pengurus masjid besar Bully, New South Wales Australia..

Ustadz Abdurrahman mengenal Ahmad karena di daerahnya, pengurus masjid terdaftar dengan rapi dan mendapat pengakuan dari pemerintah..

Mereka sering bertemu apabila ada acara Fun Raising, Ied Festival, bahkan acara-acara yang diadakan oleh pemerintah Australia..

Sejenak Ustadz Abdurrahman bangun dari tempat tidurnya, Kemudian beliau bergegas berangkat setelah mendapatkan nomor kamar di sebuah Rumah Sakit dari si penelpon..

Assalamualaikum : sapanya ketika memasuki ruangan dimana Abdullah terbaring tak berdaya..

Perban serta bau obat meliputi disekujur tubuhnya..

Wa’alaikumussalam, Alhamdulillah,Ustadz, terimakasih atas kedatangannya, saya mohon ucapkanlah sesuatu untuk Abdullah, dokter sudah tidak mampu berbuat banyak dan mengatakan jika dia akan meninggat,tolong katakan sesuatu pada Abdullah : Pinta kakaknya dengan menangis..
Beliau memandang di sekitar ruangan itu telah ada beberapa keluarga yang juga menangis..

Baik, saya akan mencoba bercakap-cakap dengannya, tolong jangan menangis disini karena hanya akan membuatnya tidak bisa berkata apa apa (sedih) : kata Ustadz Abdurrahman..

Kemudian beliau mendekat ke tubuh Abdullah yang penuh dengan luka..

Di lihatnya sebuah sosok yang masih hidup, tetapi tidak bergerak sedikitpun, bahkan menggerakkan bibir dan mengedipkan mata saja ia tak mampu..

Kemudian Ustadz Abdurrahman duduk tepat disebelah kanan kepala Abdullah, sehingga memungkinkan beliau untuk berbicara ditelinga Abdullah dengan jarak paling dekat..

Sejenak Beliau berdoa dan kemudian menggenggam lemah tangan Abdullah..

Assalamu’alaikum saudaraku, saya Ustadz Abdurrahman dari Wollongong..

Saudaraku, saya datang kesini untuk menemuimu, saya tahu kamu adalah muslim yang baik, kamu telah menolong ALLAH untuk mengumandangkan adzan setiap hari di masjid..

Kamu mengingatkan orang-orang untuk sholat di masjid, saya yakin kalau ALLAH dan semua orang menyayangi kamu, ALLAH akan menolong kamu, DIA akan memberimu kesehatan dan kebahagiaan..

Saudaraku, kami masih ingin mendengar engkau mengumandangkan adzan dimasjid, dapatkah engkau melakukannya, ALLAH akan menyukainya, Tolong engkau kumandangkan adzan untuk kami..

Sejenak terlihat airmata keluar dari kedua matanya dan menetes melewati pipi Abdullah..

Tak berapa lama kelopak matanya bergerak-gerak perlahan, kemudian matanya membuka sedikit demi sedikit..

Bibirnyapun kemudian bergerak- gerak perlahan, seolah ia berusaha untuk mengumandangkan adzan..

Ustadz Abdurrahman memandang wajah Abdullah dengan tersenyum : Alhamdulillah,teruskan saudaraku, kumandangkan adzan untuk kami..Dan..

SubhanALLAH, secara tidak diduga monitor alat pendeteksi jantung yang dipasangkan di tubuh Abdullah menunjukkan kerja jantung yang berangsur-angsur normal, itu menunjukkan jika Abdulloh telah melewati masa kritisnya..

Ahmad yang mengetahui hal itu kemudian melakukan sujud syukur di dalam ruangan itu, kemudian diikuti saudaranya yang lain..

Ahmad memeluk Ustadz Abdurrahman dan berkali-kali mengucapkan terima kasih..

Tak berapa lama Sang Dokter muncul kembali dan mengecek kesehatan Abdullah..

Seraya bertanya : Apa yang terjadi..??

Apa yang telah kamu berikan kepadanya..?? Ia bertanya kepada Ahmad yang berada di dekatnya..

“Adzan” Jawab Ahmad dengan tersenyum..

Adzan..?? Apakah adzan yang telah menyembuhkannya..??

Tanya sang dokter kepada Ustadz Abdurrahman yang juga masih berada disitu..
Ya, ALLAH menyembuhkannya dengan Adzan : jawab Ustadz Abdurrahman dengan tersenyum pula..

Sang dokter yang bukan muslim tersebut semakin terheran-heran, kemudian ia mengangguk-angguk, ikut tersenyum dan berkata kepada Ustadz Abdurrahman : Suatu hari saya ingin bertanya kepadamu tentang Adzan, tolong beri aku nomer yang bisa dihubungi, katanya..

Dengan senang hati dokter : jawab Ustadz Abdurrahman penuh keyakinan..

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada ALLAH, mengerjakan amal saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri..
(QS.Fushshilat: 33)

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) ALLAH, niscaya DIA akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu..
(QS. Muhammad [47] : 7)

Maha Benar ALLAH,Dengan Segala Firman-NYA.
.
SubhanALLAH.

Comments system

[facebook][blogger]

Disqus Shortname

Spot.IM ID

Flickr User ID

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget

Google ads Main JS